Akrapnews| 08-07-2026 |15 : 00 Wit
Foto, Vicky Ririhena Kontributor Media Akrapnews-Papua
Jayapura – Desa Bersinar adalah singkatan dari Desa Bersih Narkoba, program unggulan nasional yang digagas Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Bukan sekadar nama cantik atau label administratif, ini adalah gerakan nyata berbasis masyarakat untuk menjadikan setiap kampung sebagai benteng terdepan melawan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
☆Esensi dari Desa Bersinar☆
Desa Bersinar bermakna wilayah yang memiliki ketahanan sosial yang kuat, warga sadar bahaya narkoba, berpartisipasi aktif mencegahnya, menyediakan kegiatan positif bagi pemuda, serta membangun sistem deteksi dini dan pendampingan bagi yang membutuhkan. Program ini mengintegrasikan upaya pencegahan dengan pembangunan ekonomi desa, pemberdayaan keluarga, dan pelestarian nilai budaya lokal termasuk di tanah Papua.
☆Peran Strategis PABPDSI & Kepemimpinan☆
Ketua Umum PABPDSI Provinsi Papua Induk,"Marshellino M. R. Hababuk" dan Wakil Walikota Jayapura, Dr.Ir,H Rustam Saru, MM. Pose Bersama.
Di bawah kepemimpinan "Marshellino M. R. Hababuk", yang menjabat sebagai Ketua Umum PABPDSI Provinsi Papua Induk sekaligus Koordinator Wilayah Timur Indonesia, organisasi ini mendapat kepercayaan penuh untuk memayungi dan memimpin gerakan PABPDSI di seluruh wilayah Indonesia bagian timur. Dengan kerja keras dan komitmen tinggi, Marshellino bersama jajarannya terus berupaya membangun struktur organisasi yang kokoh, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga ke tingkat kampung di seluruh tanah Papua.
Logo PABPDSI Indonesiia
Berkat landasan organisasi yang semakin kuat tersebut, PABPDSI Provinsi Papua kini dapat melangkah lebih tegas:
(1).Menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan BNN Pusat dan BNN Provinsi Papua khusus untuk mewujudkan Kampung Bersinar di seluruh wilayah.
(2). Mengawal peran BPD dan Bamuskam agar masuk ke dalam musyawarah kampung, memasukkan kegiatan pencegahan narkoba ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kampung.
(3).Mengawal transparansi anggaran kampung, memastikan dana digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi warga, bukan hal yang merusak masa depan.
(4).Menyiapkan satgas pendamping, merangkul tokoh adat, agama, keluarga, dan pemuda sebagai garda terdepan di lapangan.
Sejauh ini, beberapa kampung seperti Waiya, Dobonsolo, Dosay, serta Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau sudah masuk dalam daftar calon dan penerima predikat Desa/Kampung Bersinar di wilayah Jayapura dan sekitarnya.
☆Momentum Kunjungan Kemendes ke Papua☆
Rencana kunjungan Kementerian Desa ke wilayah Papua menjadi peluang sangat berharga:
(1). Mengukur kesiapan dan tantangan implementasi Desa Bersinar di wilayah dengan karakteristik budaya dan geografis yang khas.
(2). Mengapresiasi langkah nyata kepemimpinan PABPDSI Wilayah Timur dalam mempersiapkan tata kelola organisasi hingga ke pelosok kampung.
(3).Memperkuat dukungan kebijakan, pendampingan teknis, dan akses sumber daya bagi kampung yang sedang berjuang mewujudkan lingkungan bersih narkoba.
(4). Mempercepat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kampung, serta mitra seperti BNN dan PABPDSI.
(5). Menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa di Papua tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesehatan mental, moral, dan masa depan generasi penerus.
Dengan demikian desa bersinar bukan tugas satu pihak saja. Ia lahir dari gotong royong, pemerintah yang mendukung, tokoh adat dan agama yang membimbing, keluarga yang menjadi benteng pertama, serta PABPDSI yang memastikan suara kampung didengar dan dilindungi.
Melalui kunjungan Kemendes dan kerja keras bersama di bawah kepemimpinan "Marshellino,M.R.Hababuk", mari kita wujudkan Papua Bersinar, kampung yang damai, pemuda yang berdaya, dan masa depan yang terang benderang tanpa bayang-bayang narkoba.
Redaksi Tim Media:
Kontributor : Vicky Ririhena
Edit & Publikasi: (Andi.A.Mallawa.S.Kom, Diego.Maniagasi, Leo Benaino)
0 Komentar