Oleh: Redaksi Akrapnews-Batam, Kepulauan Riau || 08-06-2026
Lonjakan Nilai Tukar rupiah terhadap dolar Amerika Sarikat yang mencapai level diatas Rp.18.000 per dolar, membuat destinasi belanja di Batam semakin menarik bagi wisatawan dari negara tetangga Singapura dan Malaysia, yang datang dengan jumlah yang melimpah setiap akhir pekan.
BATAM, AKRAPNEWS – "Lonjakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang mencapai level di atas Rp18.000 per dolar telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi perekonomian kawasan perbatasan Indonesia, khususnya Kota Batam".
Kondisi ini membuat destinasi belanja di Batam semakin menarik bagi wisatawan dari negara tetangga Singapura dan Malaysia, yang datang dengan jumlah yang melimpah setiap akhir pekan.
Dikutip dari data Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, kurs rupiah terhadap dolar AS pada pekan ini tercatat mencapai Rp18.250 per dolar. Selain itu, rupiah juga melemah terhadap mata uang tetangga, dengan kurs terhadap Singapura Dollar (SGD) mencapai Rp12.800 per SGD dan terhadap Ringgit Malaysia (MYR) sekitar Rp4.350 per MYR.
"Kita melihat lonjakan kunjungan wisatawan dari Singapura dan Malaysia sejak kurs rupiah mulai menunjukkan tekanan. Hampir setiap hari kapal cepat dari Singapura membawa ratusan hingga ribuan wisatawan yang datang khusus untuk berbelanja," ujar Kadis Pariwisata Kota Batam, H. Faisal Rahman, saat diwawancarai tim Akrapnews.
Di kawasan Nagoya Hill Shopping Mall, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Batam, suasana sangat ramai dengan kedatangan wisatawan asing. Banyak dari mereka memilih membeli barang elektronik, pakaian, kosmetik, hingga oleh-oleh khas Indonesia seperti kopi, keripik singkong, dan batik.
"Saya datang dari Singapura setiap bulan sekali. Harga di sini jauh lebih murah, bahkan bisa hemat hingga 50% untuk barang yang sama dengan di negara saya. Kalau belanja dalam jumlah banyak, hematannya lebih besar," ujar Lim Siew Ling, wisatawan asal Singapura yang sedang berbelanja di salah satu toko kosmetik.
Pengusaha lokal juga merasakan manfaat dari kondisi kurs yang menguntungkan ini. Siti Nurhaliza, pemilik toko pakaian di kawasan Jodoh, mengaku penjualan meningkat hingga 40% dalam tiga bulan terakhir.
"Sebelumnya pembeli kebanyakan lokal, tapi sekarang banyak dari Singapura dan Malaysia. Mereka suka membeli pakaian dengan motif batik dan produk lokal lainnya karena dianggap unik dan harga sangat terjangkau," jelas Siti dengan senyum bahagia.
Selain sektor perdagangan, berbagai sektor ekonomi lainnya juga merasakan dampak positif. Hotel-hotel di sekitar kawasan perbelanjaan melaporkan tingkat hunian yang meningkat, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional. Restoran-restoran yang menyajikan kuliner khas Indonesia juga ramai dikunjungi wisatawan asing.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Batam, Bambang Susanto, menjelaskan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan berbelanja ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal.
"Kita menghitung bahwa setiap bulan, wisatawan dari Singapura dan Malaysia menghabiskan rata-rata Rp500 ribu hingga Rp2 juta per orang untuk berbelanja dan konsumsi. Ini sangat membantu meningkatkan pendapatan UMKM dan pengusaha lokal," ujar Bambang.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat bahwa pada bulan Oktober 2023 saja, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam mencapai 185.000 orang, di mana 70% di antaranya berasal dari Singapura dan Malaysia. Angka ini meningkat sekitar 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Perhotelan Batam, Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa pihaknya juga berupaya menarik wisatawan dari wilayah lain di Indonesia, termasuk Papua.
"Kita tahu bahwa banyak masyarakat Papua yang memiliki kebutuhan akan barang-barang tertentu yang mungkin lebih mudah ditemukan di Batam; iDengan kurs yang saat ini masih menguntungkan, kita juga mengajak saudara-saudara dari Papua untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja di Batam," ujar Rudi.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyediakan paket perjalanan dan akomodasi yang ramah bagi wisatawan dari wilayah timur Indonesia, termasuk fasilitas bahasa dan makanan yang sesuai dengan selera masyarakat Papua.
Meskipun merasakan keuntungan, pihak pemerintah juga mengingatkan para pelaku usaha untuk tetap menjaga kualitas barang dan pelayanan agar citra Batam sebagai destinasi berbelanja tetap baik di mata wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
"Kita tidak ingin terjadi praktik menjual barang berkualitas rendah dengan harga mahal kepada wisatawan. Kami akan terus melakukan pengawasan agar setiap pembeli mendapatkan nilai yang sesuai dengan pembelian mereka," jelas Faisal Rahman.
Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengelola arus lalu lintas dan keamanan di kawasan perbelanjaan, mengingat jumlah pengunjung yang terus meningkat. Syowi🙏
Redaksi Akrapnews-Batam.
Kontributor: Vicky Ririhena
Edit & Publikasi: Andi.A.Mallawa.S.Kom
0 Komentar