(Langkah Tegas Jaga Integritas, Dampak Terhadap Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Sorotan)
Jakarta, 4 Juni 2026 | ✍️ Redaksi - Akrapnews Papua.
JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil demi menjaga integritas kepemimpinan dan kredibilitas lembaga negara yang bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan program strategis Makan Bergizi Gratis.
Dalam keterangan yang disampaikan, Presiden Prabowo mengakui merasa sedih secara pribadi dalam mengambil keputusan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kepentingan organisasi dan kepercayaan publik harus menjadi prioritas utama.
"Pemimpin yang tidak baik harus diganti. Ini bukan soal pribadi, tapi soal menjaga kepercayaan rakyat dan integritas lembaga negara," tegas Presiden Prabowo, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber terpercaya seperti CNN Indonesia dan IDN Times.
Segera setelah pengumuman pencopotan jabatan tersebut, pihak berwenang melakukan penggeledahan di lingkungan kantor pusat Badan Gizi Nasional. Kompas melaporkan bahwa kegiatan ini berlangsung pada awal Juni 2026, tepat setelah keputusan presiden ditandatangani.
Pihak Istana Negara menjelaskan bahwa tindakan penggeledahan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan aturan dan proses penyelidikan internal yang dilakukan secara transparan. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan program dan keuangan lembaga.
Sementara itu, kalangan pengamat menilai bahwa pergantian pucuk pimpinan belum tentu serta-merta menyelesaikan kendala mendasar yang dihadapi program Makan Bergizi Gratis di lapangan. Berbagai tantangan teknis, distribusi, hingga pengawasan di daerah-daerah terpencil seperti Papua dinilai masih memerlukan perhatian serius dan perbaikan sistemik.
Pengamat kebijakan publik menekankan bahwa meskipun pergantian pimpinan adalah langkah awal yang positif untuk memulihkan kepercayaan, keberhasilan program sangat bergantung pada perbaikan manajemen, pengawasan yang ketat, dan pemerataan pelayanan hingga ke pelosok tanah air.
Hingga saat ini, publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut hasil penyelidikan dan penunjukan pejabat pengganti yang akan memegang kendali Badan Gizi Nasional ke depan. Syowi🙏
REDAKSI AKRAPNEWS - PAPUA:
Kontributor: Vicky Ririhena
Edit & Publikasi: Andi A Mallawa.S.Kom
0 Komentar