Oleh: Redaksi Akrapnews Papua
JAYAPURA, PAPUA – Momentum politik nasional kini bergeser ke arah timur. Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Partai Pernasi yang akan segera digelar di tanah Papua bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ujian nyata bagi konsolidasi partai di level akar rumput. Namun, di balik antusiasme tersebut, terdapat catatan merah yang tidak boleh diabaikan: status kepengurusan di tiga kabupaten strategis masih menggantung.
Berdasarkan verifikasi terakhir, enam wilayah telah sah dan siap tempu, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Supiori, Biak Numfor, dan Kepulauan Yapen. Ini adalah pencapaian yang patut diapresiasi. Namun, keberhasilan sebagian tidak boleh menutup mata terhadap kelambatan di wilayah lain. Kabupaten Mamberamo Raya, Waropen, dan Sarmi hingga kini belum memiliki pengurus yang sah dan terdaftar secara resmi. Status mereka masih dalam tanda tanya besar.
Pesan dari internal partai sangat jelas dan tegas, "Sudah tidak ada waktu." Kalimat ini bukan retorika, melainkan alarm darurat. Dalam dinamika politik, keterlambatan administrasi sering kali berbanding lurus dengan hilangnya momentum dan legitimasi. Jika ketiga kabupaten ini tidak segera tuntas sebelum Rakernas, maka suara Papua dalam forum nasional tersebut akan cacat. Representasi menjadi tidak utuh, dan potensi elektoral serta aspirasi masyarakat di wilayah-wilayah tersebut terancam terpinggirkan hanya karena masalah birokrasi internal.
Kritik tajam ditujukan kepada mekanisme rekrutmen yang selama ini cenderung pasif, Menunggu informasi masuk atau menunggu figur datang melapor adalah strategi yang usang dan berbahaya dalam kondisi deadline yang mepet, Editorial ini sepenuhnya mendukung instruksi untuk menerapkan strategi "Jemput Bola".
Tim verifikator dan DPP wajib turun langsung ke lapangan, Mereka harus menjemput bola, bukan menunggu bola ditendang ke gawang. Jika figur yang lama tidak memberikan kepastian atau tidak memenuhi syarat, maka keberanian untuk mencari figur alternatif adalah harga mati. Sentimentalitas atau loyalitas buta kepada satu nama tidak boleh mengorbankan kepentingan organisasi yang lebih besar. Yang dibutuhkan saat ini adalah figur yang available, kompeten, dan mampu memimpin, bukan sekadar nama yang sudah lama diusulkan tapi tak kunjung terealisasi.
Tentu saja, percepatan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan prinsip, Rekrutmen figur pengganti harus tetap melalui jalur integritas dan kapasitas, Namun, integritas juga berarti bertanggung jawab menyelesaikan tugas tepat waktu. Membiarkan kekosongan kepemimpinan di Mamberamo Raya, Waropen, dan Sarmi hingga detik-detik terakhir Rakernas justru merupakan bentuk ketidakbertanggungjawaban terhadap konstituen di daerah,
Rakernas di Papua adalah panggung pembuktian. Apakah Partai Pernasi mampu menunjukkan kedewasaan berorganisasi, Apakah mereka mampu mengelola perbedaan dan menyelesaikan masalah internal dengan cepat dan taktis,
Kepada para calon ketua cabang dan tim verifikator di tiga wilayah yang tertinggal, inilah momen kalian membuktikan dedikasi, Jangan biarkan ego sektarian atau kelambatan administratif merusak pesta demokrasi internal ini, Selesaikan komposisi personalia sekarang juga, Turun ke lapangan, cari solusi, dan pastikan bahwa ketika Rakernas dibuka, seluruh kursi perwakilan Papua telah terisi oleh orang-orang yang sah dan siap bekerja.
Papua tidak butuh janji manis yang terlambat, Papua butuh aksi nyata yang tepat waktu. Syowi🙏
(Redaksi Akrapnews Papua)
Kontributor : Vicky Ririhena.
0 Komentar