Ambon, 4 Juni 2026 | Oleh: Redaksi Akrapnews Papua.
Gambar Longsor di Ruas Jalan antara Negeri Oma ke Negeri Wassu, Kec Pulau Haruku, Kab Maluku Tengah.
Jayapura, Papua - "Gambar yang beredar diatas menunjukkan tumpukan bebatuan besar menutupi ruas badan jalan, permukaan aspal yang tergerus, dan lereng yang labil bukan sekadar pemandangan biasa". Itu adalah wajah nyata kondisi infrastruktur di Pulau Haruku, khususnya ruas jalan menuju Negeri Wassu dan jalur penghubung"" Negeri - Wassu, Maluku Tengah. Masalah ini bukanlah hal baru, sudah dibahas sebulan lalu di kalangan masyarakat, namun hingga kini belum ada tindakan nyata yang terlihat.
Akses jalan sebagai urat nadi perekonomian dan pelayanan dasar di wilayah ini berada dalam kondisi memprihatinkan. Rawan longsor, kerusakan parah akibat abrasi dan ketidakstabilan tanah, jalan berlubang hingga amblas, serta ketiadaan jembatan yang layak menjadi tantangan sehari-hari warga. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa pengendara, menghambat akses ke fasilitas kesehatan, sekolah, hingga ke kantor Kecamatan, selain itu menghentikan pergerakan hasil bumi yang seharusnya menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Ada alasan yang sering dikemukakan, anggaran Pemerintah Daerah Maluku Tengah dianggap minim sehingga tidak mampu menangani perbaikan secara menyeluruh; Namun, apakah keterbatasan anggaran menjadi alasan untuk membiarkan akses warga terputus terus-menerus?
Usulan yang muncul dari warga melalui sdr. Ricky Salakory, untuk menggandeng Raja, staf serta lembaga adat Saniri untuk berangkat ke Ambon, menyusun dokumen resmi, dan mengajukan audiensi kepada Gubernur Maluku serta pimpinan DPRD Provinsi, adalah langkah yang tepat dan patut didukung, Ini. adalah cara. warga menyampaikan aspirasi secara terstruktur, bukan sekadar mengeluh.
Dukungan dari IKWES dan peran aktif tokoh masyarakat dalam mempersiapkan surat dan administrasi menjadi kunci agar suara dari Negeri Wassu dan sekitarnya didengar.
Melalui editorial ini Akrapnews - Papua, Memohon kebijaksanaan dan perhatian serius dari Pemerintah Daerah Provinsi Maluku untuk turun. tangan. secara langsung mengatasi masalah ini.
Jalan yang rusak dan rawan longsor bukan sekadar urusan teknis semata, melainkan menyangkut hak hidup dan kesejahteraan ribuan warga, Jika anggaran kabupaten tidak memadai, maka peran provinsi sangat sangat kami dibutuhkan, baik dalam hal pendanaan, bantuan teknis, maupun koordinasi untuk memastikan perbaikan segera dilaksanakan.
Pemerintah Provinsi Maluku tidak boleh menutup mata, Jalan yang aman bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar setiap warga negara, tanpa memandang apakah mereka tinggal di pusat kota atau di pulau terluar, Sudah saatnya ada komitmen nyata, survei lokasi, perencanaan anggaran yang tepat sasaran, dan penanganan darurat untuk mencegah korban jiwa akibat longsor atau kerusakan jalan.
Suara warga Negeri Wassu, Pelauw, Hulaliu, dan seluruh Pulau Haruku telah disampaikan, Kini tinggal menunggu: apakah pemerintah akan mendengar dan bertindak, atau membiarkan jalan ini tetap menjadi saksi bisu ketidakadilan pembangunan, Syowi🙏
Kontributor Akrapnews- Papua,
Vicky Ririhena.
Edit & Publikasi: Andi.A.Mallawa,S.Kom
0 Komentar