EDITORIAL AKRAPNEWS - PAPUA: IDEE CERDAS, ROTASI GUBERNUR JAWA BARAT KE PAPUA, LANGKAH STRATEGIS DEMI MASA DEPAN TANAH CENDERAWASIH.


        Oleh: Redaksi Akrapnews Papua|  03 Juni 2026 
 
Kunjungan Dedi Mulyadi ke Papua adalah untuk menghadiri dan menjadi pembicara utama dalam pembukaan Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Kota Jayapura.

JAYAPURA – Wacana mengenai kemungkinan diterapkannya kebijakan rotasi atau roling jabatan kepala daerah antarprovinsi di Indonesia, belakangan ini menjadi bahasan hangat dan menarik perhatian banyak kalangan.    Di Tanah Papua, wacana ini disambut bukan sekadar sebagai topik percakapan biasa, melainkan membangkitkan harapan besar dan melahirkan sebuah usulan cerdas, lugas, dan sangat strategis dari hati nurani rakyat Papua: "Seandainya kebijakan itu ada, kami usulkan agar Gubernur Jawa Barat dirotasi ke Papua, agar bumi Cenderawasih ini makin maju dan berdaya saing di masa depan."
 
Usulan ini sederhana terdengarnya, namun sarat dengan makna, pertimbangan, dan keinginan luhur yang sudah lama mendengung di bumi paling timur Indonesia ini.       Mengapa Jawa Barat? Mengapa harus pemimpin dari provinsi tersebut? Pertanyaan ini mendapatkan jawaban nyata dari kenyataan yang bisa kita saksikan bersama.     Jawa Barat saat ini menjadi salah satu provinsi percontohan pembangunan nasional. Di bawah kepemimpinan yang visioner, Jawa Barat berubah wajah: tertib, rapi, pembangunan merata sampai ke pelosok desa, pelayanan publik berjalan cepat, disiplin ditegakkan, dan kesejahteraan rakyat menjadi prioritas utama.    Semua itu adalah bukti nyata bahwa ada pola kerja, ada sistem, dan ada ketegasan tangan yang mampu mengelola kekayaan dan potensi daerah menjadi kemakmuran rakyat.
 
Di sisi lain, Papua adalah provinsi yang dianugerahi Tuhan kekayaan alam yang tak terhitung jumlahnya. Hutan yang hijau, tambang yang melimpah, laut yang kaya, dan tanah yang subur. Namun, satu hal yang masih menjadi tantangan besar hingga hari ini adalah bagaimana mengelola kekayaan tersebut agar nilainya kembali sebesar-besarnya untuk kesejahteraan anak-anak Papua sendiri. Potensi sudah ada, modal alam sudah tersedia, infrastruktur mulai dibangun, yang kerap kali menjadi kunci penentu keberhasilan adalah kualitas kepemimpinan dan sistem pengelolaannya.
 
Di sinilah ide rotasi kepala daerah menjadi sangat relevan dan brilian. Jika pemimpin-pemimpin hebat yang sudah teruji kemampuannya membangun daerah maju seperti Jawa Barat, dipertukarkan atau dirotasi memimpin daerah yang kaya namun butuh percepatan seperti Papua, maka kita sedang berbicara tentang transfer ilmu, transfer sistem, dan transfer budaya kerja.
 
Kita semua menyaksikan bagaimana pola kerja di Jawa Barat sangat dekat dengan rakyat, tegas melawan ketidakadilan, menolak pungutan liar, dan membangun partisipasi masyarakat. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan di Papua. Bayangkan jika ketegasan menertibkan wilayah, kedisiplinan birokrasi, dan semangat pembangunan yang terjadi di Purwakarta, Bandung, atau Karawang diterapkan di Jayapura, Merauke, atau Timika. Maka dalam hitungan tahun saja, wajah Papua akan berubah drastis. Jayapura bisa seindah dan setertib kota-kota besar di Jawa.    Infrastruktur Papua akan dikerjakan dengan standar kualitas tinggi. Dan yang paling penting, kekayaan alam Papua akan dikelola dengan sistem yang memastikan rakyat asli Papua menjadi pemilik utama manfaatnya.
 
Lebih dari sekadar urusan pembangunan fisik, usulan ini juga merupakan bukti nyata persaudaraan abadi antara masyarakat Jawa Barat dan Papua. Kita ingat kunjungan hangat rombongan pemimpin Jawa Barat ke tanah ini beberapa waktu lalu. Terjalin ikatan batin yang kuat, rasa saling menghormati, dan semangat saling mengisi. Rotasi kepemimpinan adalah perwujudan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang sesungguhnya. Pemimpin Jawa Barat membawa ilmu dan pengalaman, masyarakat Papua menyuguhkan potensi dan semangat baru. Pertemuan dua kekuatan besar ini akan melahirkan lompatan kemajuan yang luar biasa.
 
Rakyat Papua tidak lagi ingin menjadi penonton pembangunan di tanah leluhurnya sendiri. Rakyat Papua ingin menjadi pelaku utama pembangunan. Dan untuk mempercepat itu, belajar dari yang sudah maju, berguru pada yang sudah teruji, dan menerima pemimpin yang terbukti sukses mengelola rumah tangga besar adalah langkah paling bijak dan dewasa.
 
Oleh karena itu, usulan warga Papua ini bukan sekadar keinginan sembarangan. Ini adalah seruan rasionalitas, seruan pengalaman, dan seruan harapan. Jika nanti Pemerintah Pusat dan Presiden Republik Indonesia mempertimbangkan kebijakan rotasi kepala daerah antarprovinsi, maka usulan: "Rolingkan Gubernur Jawa Barat ke Papua" wajib menjadi salah satu prioritas utama.
 
Karena Papua itu kaya raya, Papua itu indah, Papua itu Indonesia. Dan dengan kepemimpinan yang tepat, tegas, dan berwawasan maju seperti apa yang sudah diterapkan di Jawa Barat, maka Papua Pasti Bisa, Papua Pasti Maju, dan Papua akan menjadi kebanggaan nyata Indonesia di masa depan.
 
Ide cerdas ini harus didengar, harus diperhitungkan, dan harus diperjuangkan demi kemajuan bersama NKRI. Syowi🙏
 
Redaksi Akrapnews- Papua,
Kontributor: Vicky Ririhena
Edit & Publikasi : Alexsander Reniban.S.Sos

Posting Komentar

0 Komentar