Oleh : Vicky Ririhena
Foto BTM saat dilantik menjadi Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Papua untuk masa bakti 2025-2030.
Akrapnews-Jayapura||"Dari pulau kecil Metudebi, suara lantang Benhur Tomi Mano (BTM) bergema. Sebagai Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Provinsi Papua untuk masa bakti 2025-2030, seruannya jelas, menjaga tanah dan manusia Papua".
Di tengah arus perubahan dan modernisasi, pesan ini menjadi pengingat pentingnya akar budaya dan keberlanjutan lingkungan.
Papua, dengan kekayaan alam dan keanekaragaman budayanya, menghadapi tantangan yang kompleks. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali dapat mengancam kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat adat. Oleh karena itu, seruan Benhur Tomi Mano harus menjadi kompas bagi para pemangku kepentingan.
Menjaga tanah Papua berarti menjaga hutan, sungai, dan seluruh ekosistemnya. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa pembangunan tidak merusak lingkungan, tetapi justru mendukung keberlanjutannya.
Menjaga manusia Papua berarti menghormati hak-hak masyarakat adat, melindungi budaya mereka, dan memberikan akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonom; Ini adalah tentang membangun Papua yang inklusif dan adil bagi semua.
Seruan dari Matudebi ini adalah panggilan untuk bertindak, Mari kita jaga tanah dan manusia Papua, demi masa depan yang lebih baik. syowi🙏
Kontributor : Vicky Ririhena
1 Komentar
Manusia OAP hrs menyadari jati dirinya sbg ciptaan Tuhan yg diselamatkan dari dosa dan maut, dari dunia kegelapan keterang dunia karya keselamatan Yesus Kristus sejak 5 Februari 1855 - 5.Februari 2025 maka mnjadi amanat bagi OAP utk mnjaga tanah dan manusia OAP diatas tanah Papua serta berpegang teguh pada proklamasi 5 Februari 1855 "Dengan nama Tuhan kami menginjak tanah ini" dan tetap berjalan diatas benang merah 5 Februari dan tdk boleh keluar dari benang merah itu, utk itu hanya OAP yg berjalan diatas benang merah inilah yg mengerti rencana Tuhan dan dapat mbangun Papua sesuai rencana Tuhan kedepan jadi org yg tdk memahami proklamasi 5 Februari tdk dpt berbuat apa2 yg baik diatas tanah Papua dan mensejahterakan OAP bahkan menyengsarakan OAP diatas tanah leluhurnya.
BalasHapus