Oleh: Alexander Kumbubuhi
AKRAPNEWS | Jayapura — Sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Wakil Gubernur Papua, Alfredo Ferdinant Aryoko Rumaropen (ALFARO), beredar luas luas di kalangan masyarakat dan jejaring internal pemerintahan pada pertengahan Januari 2026.
Surat tersebut ditandatangani oleh Gembala Dr. Socratez Yoman dan memuat sejumlah pernyataan terkait perjalanan karier politik Wakil Gubernur serta dinamika dukungan di tingkat akar rumput.
Dalam surat itu, penulis menyebut bahwa saat ALFARO masih bertugas sebagai staf di lingkungan Keuangan Provinsi Papua, ia pernah meminta dukungan agar direkomendasikan kepada Gubernur Papua saat itu, almarhum Lukas Enembe, untuk dilantik sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua.
Penulis mengklaim telah menyampaikan rekomendasi tersebut dan menyebut bahwa proses pelantikan berlangsung atas dasar kepercayaan.
Selain itu, surat tersebut juga memaparkan keterlibatan Tim Mata Elang Sahabat MARIYO dalam sejumlah kegiatan politik di beberapa distrik, termasuk Aimando, Padaido, Biak Numfor, dan Supiori. Beberapa nama kampung dan tokoh masyarakat disebut sebagai bagian dari dukungan di lapangan.
Tidak hanya menyinggung dukungan politik, surat tersebut juga menyoroti situasi di Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang disebut menimbulkan kegelisahan di lingkungan birokrasi. Namun, tidak dijelaskan secara rinci bentuk kebijakan atau keputusan yang dimaksud.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Wakil Gubernur Papua belum memberikan tanggapan resmi terkait isi surat terbuka tersebut.
Pengamat politik lokal menilai bahwa dinamika semacam ini mencerminkan kuatnya relasi personal dalam politik Papua, di mana dukungan politik seringkali dibangun atas dasar kepercayaan dan jejaring sosial.
Masyarakat kini menunggu klarifikasi dan langkah lanjutan dari pihak terkait guna memastikan stabilitas pemerintahan tetap terjaga.
AKRAPNEWS akan terus memantau perkembangan isu ini dan menghadirkan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
Kontributor : Alexander Kumbubuhi
Edit by: Vicky Ririheha
0 Komentar