Pose Panitia Natal Crew.3 DMLZ
( Date: Rabu, 10-12-2025)
TIMIKA-Akrapnews,//"Malam hari Rabu, 10 Desember 2025, Gedung Gereja GKI Kanaan Gorong Gorong Timika dipenuhi kehangatan perayaan Natal yang diikuti oleh karyawan Crews 3 Underground DMLZ PT Freeport Indonesia, bersama staf privat dan kontraktor. Sebanyak 512 jiwa hadir untuk merayakan kedatangan Yesus Kristus".
Di Gedung Gereja GKI Kanaan GG
Acara dibuka dengan pementasan lagu "Glory Glory" sebelum dilanjutkan sesi pembakaran lilin natal yang menyimbolkan penerangan di tengah kegelapan. Ibadah dipimpin langsung oleh Ketua Jemaat GKI Kanaan Timika, Ibu Pdt. Christina Natalia Maniamboi, S.Si.
Membawahkan lagu, Genre Soul
Selama acara berlangsung, berbagai paduan suara (VG) dan grup puji-pujian yang turut terlibat menghibur umat yang hadir dalam perayaan Natal ini. Sebagai Pengisi Puji-Pujian Pertama yakni, Paduan Suara MIMIKA COMMUNITY CHOIR (MCC) dibawah Pimpinan Edi Deda, yang membawakan 2 buah lagu berturut-turut.
Kelompok ini mengenakan kostum hitam-hitam yang sederhana namun elegan, dengan hiasan pita merah ornamen Natal di kepala yang menjadi titik terang pada penampilan mereka. Lagu-lagu yang dibawakan adalah genre soul yang membangkitkan ekspresi jiwa di malam natal Crews 3 Karyawan PT Freeport Indonesia UG DMLZ, memukau hadirin yang hadir di malam ini.
Paduan antara lagu Genre Soul dan Kostum hitam memiliki makna yang dalam. Genre Soul itu sendiri dikenal sebagai musik yang berasal dari pengalaman hidup, kepercayaan, dan emosi mendalam – seringkali menyampaikan rasa syukur, harapan, dan hubungan dengan Tuhan dengan cara yang otentik dan penuh perasaan. Ketika diterapkan dalam perayaan Natal Grews 3 UG DMLZ malam ini, lagu Soul ini mampu menjadikan pesan kedatangan Yesus lebih dekat dengan hati, karena ia berbicara melalui emosi yang sesungguhnya. Sementara itu, kostum hitam yang dikenakan tidak berarti kesedihan, melainkan melambangkan kesederhanaan, ketulusan, dan fokus pada inti pesan yang disampaikan – bukan pada penampilan yang mencolok. Hiasan pita merah sebagai ornamen Natal kemudian menjadi simbol kasih Allah yang hangat, penerangan, dan kebahagiaan yang datang bersama kedatangan Yesus, menciptakan kontras yang indah antara kesederhanaan dan kehangatan.
Penampilan Paduan Suara MCC Timika semakin menyihir dengan kehadiran Dirigen Bunda Maya yang begitu "Hesot" (seru dan penuh semangat) dengan gerakan palu yang tegas dan penuh irama saat memandu Bernyanyi Tim paduan suara dengan Gerakan-gerakannya tidak hanya memastikan kelompok bernyanyi dengan teratur, tapi juga menjadi bagian dari pertunjukan yang menghidupkan suasana – membuat hadirin ikut tergerak dan merasakan semangat lagu yang dibawakan.
Perayaan ini berjalan dengan tema "Allah Hadir Untukmu, Menyelamatkan Keluarga" (berdasarkan Matius 1:21-24) dan subtema mengenai kasih Allah yang memberikan semangat, ketenangan, serta kebersamaan untuk meningkatkan kinerja kepala keluarga di Crews 3 Underground. Pada malam ini, pembacaan Alkitab menyajikan Matius 1:18-35 (Judul Perikop: Kelahiran Yesus Kristus) dan Markus 13:33 (Judul Perikop: Nasihat Supaya Berjaga-jaga) yang sangat terkait dengan konteks tema dan subtema.
Uraian ayat pembacaan tersebut menjelaskan bahwa Matius 1:18-35 menceritakan asal-usul Yesus dari sisi Maria dan Yusuf, dengan penekanan pada ayat 21 yang menjadi landasan tema: "Dia akan melahirkan seorang putra, dan engkau akan memberinya nama Yesus, karena Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka." Ayat ini menegaskan bahwa kedatangan Yesus bukan hanya untuk individu, tapi juga untuk menyelamatkan keluarga dan komunitas – sejalan dengan harapan agar kasih Allah meningkatkan kebersamaan kepala keluarga di Crews 3. Bagian ayat Matius 1:22-24 juga menceritakan bagaimana Yusuf menuruti firman Tuhan untuk mengambil Maria sebagai istri, yang menjadi contoh kesetiaan dan kepemimpinan dalam keluarga.
Sementara itu, Markus 13:33 ("Berjaga-jaga, karena kamu tidak tahu kapan waktunya tiba") memberikan konteks tambahan pada subtema. Ayat ini mengingatkan bahwa kasih Allah yang memberikan semangat dan ketenangan juga meminta kita untuk selalu waspada dan menjalani kehidupan dengan takut akan Tuhan – hal yang penting bagi kepala keluarga untuk memimpin keluarga dengan kebenaran dan tanggung jawab, sehingga kinerja dan kebersamaan di dalam keluarga semakin kuat.
Selain itu, ada pementasan dari Trio Goloa dengan lagu "Slamat Natal Penebus" dan total 10 puji-pujian yang mengisi malam tersebut, termasuk dari Anak-anak PAR GKI Kanaan dan VG dari PKB Kanaan yang menutup acara dengan lagu "Yesus di Palungan" yang dibawakan dalam bahasa Biak.
Acara ditutup dengan kesan-kesan dari Ketua Panitia dan sesi ramah tamah yang mempererat hubungan antar hadirin.
Kontributor.Vicky Ririhena
0 Komentar