EDITORIAL AKRAPNEWS: 100 Hari Kerja di Bukit, Ini Dia Keberhasilan yang Sudah Dirasakan Warga Papua Pegunungan


                 Oleh : Vicky Ririhena

   GB Peta Provinsi Papua Pegunungan

AKRAPNEWS-JAYAPURA// Setelah 100 hari memegang jabatan, para kepala daerah di Papua Pegunungan tidak hanya bikin "program 100 kerja" sebagai catatan di kertas – banyak di antaranya sudah berhasil diwujudkan dan mulai dirasakan oleh warga. Dari jalur udara yang baru, operasi medis pertama, hingga tempat jual-beli hasil bumi, setiap keberhasilan ini adalah langkah kecil yang berarti untuk masa depan daerah.
 
Gubernur: Menyelaraskan Langkah Semua Daerah
 
Di tingkat provinsi, Gubernur John Tabo melalui program 100 kerjanya berhasil melantik 99 persen pimpinan OPD definitif – dan yang keren, sebagian besar adalah orang asli Papua. Ini membuat proses kerja birokrasi lebih cepat, tidak lagi terjebak di proses sementara. Dia juga sudah dapat persetujuan awal untuk menambah OPD dari 22 menjadi 36, termasuk memisahkan dinas kesehatan dengan dinas KB & PK – agar setiap layanan bisa lebih fokus. Tidak lupa, dia juga sering gelar rapat dengan semua bupati untuk memastikan program pembangunan tidak saling bertabrakan.
 
Pegunungan Bintang: Pesawat Besar Akhirnya Mendarat!
 
Yang paling dinanti di Pegunungan Bintang adalah keberhasilan Bupati Wellington Wenda mendatangkan pesawat Dash7 dan membuka rute Jayapura-Pegunungan Bintang. Ini pertama kalinya pesawat berkapasitas besar mendarat di daerah ini – sebelumnya, warga hanya bergantung pada pesawat kecil yang sering terganggu cuaca. Sekarang, barang dagangan dan obat-obatan lebih mudah masuk, dan warga juga lebih gampang bepergian keluar. Selain itu, dia juga gelar lokakarya petani untuk budidaya tanaman tahan musim dan buka pos kesehatan tambahan di desa terpencil.
 
Tolikara: Operasi Sesar Pertama dan Generasi Sehat
 
Di Tolikara, Bupati Willem Wandik berhasil membuat RSUD Karuba melakukan operasi sesar pertama sejak berdirinya. Sebelumnya, warga yang butuh operasi harus jauh-jauh ke Wamena atau Jayapura – sekarang bisa dirawat di daerah sendiri. Dia juga meluncurkan program 1000 hari pertama kehidupan, memberi vitamin dan pendampingan kepada ibu hamil dan bayi agar tumbuh sehat. Tidak lupa, dia juga buka lapangan olahraga mini di pusat kota untuk mengisi waktu luang masyarakat.
 
Lanny Jaya: Transparan dan Keterampilan Baru Bagi Perempuan
 
Bupati Lanny Jaya mendapatkan apresiasi dari Komisi Informasi karena berhasil membentuk PPID di semua instansi melalui program 100 kerjanya. Artinya, informasi pemerintahan – mulai dari anggaran hingga program – lebih mudah diakses warga. Dia juga gelar pelatihan kerajinan tangan bagi perempuan warga, jadi mereka punya sumber pendapatan tambahan. Selain itu, jalan akses ke 3 desa terpencil juga sudah diperbaiki, sehingga layanan publik lebih mudah sampai.
 
Nduga: Pasar Baru dan Jaminan Kesehatan Gratis
 
Penjabat Bupati Nduga Elai Giban meresmikan pasar Nogolaid Tengah – tempat terpusat bagi warga menjual hasil bumi seperti kopi, cengkeh, dan sayuran. Ini membuat warga tidak perlu lagi menjual di jalanan dan lebih mudah bertemu pembeli. Dia juga menyalurkan bantuan pangan kepada 5.000 keluarga miskin dan berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan gratis kepada 10.000 warga yang belum terdaftar.
 
Jayawijaya: Persatuan Melalui Budaya Meskipun Tantangan
 
Di Jayawijaya, meskipun banyak tantangan, Bupati Athenius Murip masih punya keberhasilan dari program 100 kerjanya. Dia menyelenggarakan festival budaya Jayawijaya yang diikuti oleh 20 suku – membuat warga saling mengenal dan memperkuat rasa persatuan. Dia juga mendirikan pos pemantauan keamanan di titik rawan dan bagikan bibit padi kepada petani untuk meningkatkan produksi pangan lokal.
 
Warga Kata Apa? Dampak yang Sesungguhnya 
 
Yang paling penting, semua program ini sudah mulai dirasakan warga. Seorang petani dari Pegunungan Bintang, Yohanes Wenda, bilang: "Sebelumnya, kopi saya butuh seminggu untuk sampai Jayapura karena pesawat kecil. Sekarang dengan Dash7, cuma sehari – harga jual juga jadi lebih bagus!" Di Tolikara, Siti Maryam, seorang ibu yang baru melahirkan melalui operasi sesar, bercerita: "Saya takut harus pergi jauh ke Wamena pas hamil. Untung ada operasi di RSUD sini – saya dan bayi aman."
 
Di Lanny Jaya, Nurhayati, yang mengikuti pelatihan kerajinan, tambah: "Sekarang saya bisa bikin tas dan jualnya – uangnya buat beli bahan makanan keluarga. Lebih baik dari cuma ngurus rumah saja." Meskipun di Jayawijaya masih ada yang merasa perubahan lambat, seorang pemuda dari suku Amungme, Agus Giyai, bilang: "Festival budaya bikin kita ketemu suku lain yang dulu jarang berbicara. Rasanya lebih satu lagi."
 
Akhir Kata: Awal dari Perjalanan Panjang
 
Semua keberhasilan ini bukti bahwa para pimpinan daerah tidak hanya bicara besar – mereka sudah mulai beraksi. 100 hari hanyalah awal, tapi yang penting, warga sudah mulai merasakan manfaatnya. Semoga program-program ini bisa terus berlanjut dan membuat Papua Pegunungan semakin lebih baik.Syowi🙏

Kontributor. Vicky Ririhena 

Posting Komentar

0 Komentar