EDITORIAL AKRAPNEWS PAPUA . Otonomi Khusus Papua, Lebih dari Sekadar Kenaikan Anggaran


           Oleh : Vicky Ririhena

                                    Gambar ilustrasi AI

Jayapura, ||Kenaikan Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Papua menjadi Rp12 triliun tentu saja merupakan kabar yang disambut baik. Namun, kita perlu lebih kritis dalam melihat apakah penambahan anggaran ini benar-benar akan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Papua.

Narasi yang beredar yang diposting  di salah satu media online lokal Papua beberapa hari lalu  cenderung memuji pemerintah pusat atas komitmennya. Namun, kita tidak bisa menutup mata terhadap fakta bahwa selama ini, Otsus belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Masih banyak masalah mendasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur semua masih jauh dari harapan.

Penting untuk diingat bahwa anggaran hanyalah alat. Efektivitasnya sangat bergantung pada bagaimana anggaran tersebut dikelola dan dialokasikan. Tanpa transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat yang kuat, kenaikan anggaran ini tentu bisa saja menjadi sia-sia. Potensi korupsi dan penyalahgunaan anggaran tetap menjadi ancaman nyata.

Kita juga perlu mempertanyakan apakah pendekatan pembangunan yang selama ini diterapkan sudah tepat. ?

Apakah pembangunan hanya berfokus pada proyek-proyek fisik yang megah, ataukah lebih memperhatikan kebutuhan riil masyarakat Papua?

Apakah suara dan aspirasi masyarakat Papua benar-benar didengar dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan?

Keadilan yang sesungguhnya bukan hanya soal anggaran, tetapi juga soal kesempatan yang sama bagi semua warga Papua. Ini termasuk akses terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang memadai, dan lapangan kerja yang layak.

Oleh karena itu, kita tidak boleh terlena dengan kenaikan anggaran Otsus. Kita harus terus mengawal dan mengkritisi implementasinya. Masyarakat Papua harus menjadi pengawas utama, memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran Otsus benar-benar digunakan tepat sasaran untuk kepentingan mereka.

Natal seharusnya menjadi momentum untuk refleksi dan evaluasi. Kita harus berkata jujur mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Kenaikan anggaran Otsus hanyalah satu langkah kecil dalam perjalanan panjang menuju Papua yang lebih adil dan sejahtera.

Semoga semangat Natal 2025 membawa kita pada pemikiran yang lebih jernih dan tindakan yang lebih nyata untuk mewujudkan harapan masyarakat Papua. syowi🙏

Kontributor Akrapnews Vicky Ririhena

Posting Komentar

0 Komentar