Oleh : Frans Rohrohmana.
Akrapnews-Jayapura, ||"Mari kita renung bersama, arti pembangunan bagi kita khususnya bagi masyarakat di Papua, Sudah pasti bikin kehidupan kita akan lebih baik, seperti mendapat kerja, sumber makan lebih banyak, dan daerah jadi makin maju, Tapi timbul pertanyaan bagi kita kenapa proyek pabrik pupuk di Fakfak malah bikin kita jadi susah?
Seperti yang kita lihat di media berita online,https://www.tempo.co, 18 Jan 2026 mempublikasikan bahwa, di Kampung Fior dan Andamata, hutan seluas 2.000 hektare sudah digunduli bersih. Tempat yang dulu jadi tempat kita cari kayu bakar, tangkap ikan, dan tanam umbi-umbian sekarang cuma tanah kosong. Padahal proyeknya yang bilang sangat penting buat negara malah jadi gagal.
Yang lebih menyakitkan lagi, proyek ini awalnya mau dibikin di Arguni, tapi tiba-tiba dipindahkan ke Tomage. Seolah-olah masalah cuma bisa berpindah_pindah dari satu tempat ke tempat lain, tanpa ada solusi yang benar. Bukannya bikin baik, malah bikin lebih banyak orang jadi korban.
Perlu di Fahami bahwa masyarakat Papua punya hubungan yang sangat erat sama tanah dan alam. Lahan bukan cuma benda mati yang bisa dibeli-jual semaunya. Ini adalah warisan dari leluhur kita, tempat kita tinggal, dan juga rumah bagi semua cerita budaya yang kita wariskan dari generasi ke generasi.
Namun kayaknya pihak yang mengatur proyek ini lupa sama hal penting ini. Mereka bekerja tanpa bicara dulu sama kita yang punya hak atas tanah tersebut. Akibatnya, masyarakat kita sendiri yang menderita, dimana telah kehilangan sumber hidup dan juga bagian dari identitas kita.
Belum lagi kabarnya ada campur tangan Menteri Bahlil Lahadalia dalam pemindahan lokasi proyek ini, Akibatnya, uang negara yang seharusnya bermanfaat buat rakyat malah jadi lebih banyak terbuang, bahkan bisa-bisa negara jadi rugi besar, Ini jelas bukan hal yang kita ingini kan?
Kita bukan melawan pembangunan. Kita hanya mau pembangunan yang benar-benar memperhatikan kita rakyat kecil. Pembangunan yang bicara dulu sama masyarakat, menghargai hak atas lahan adat masyarakat, dan tidak merusak alam yang jadi sumber kehidupan masyatakat.
Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat yang hidup di bumi Cendrawasih ini harus bersatu dan bersuara lantang, Kita harus dengan tegas minta kepada pemerintah pusat dan daerah agar segera bertindak antara lain;
- Buat lahan yang rusak jadi baik lagi dengan program restorasi hutan dan rawa gambut
- Akui secara resmi hak kita atas lahan adat
- Berikan klarifikasi yang jelas tentang proyek ini dan pastikan
tidak ada lagi uang negara yang terbuang percuma
- Jangan sampai ada proyek lagi yang bikin kita masyarakat jadi
korban
Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang menyertakan semua orang, terutama kita yang tinggal di daerah tersebut. Mari kita bersama-sama jaga hak kita dan pastikan daerah kita maju dengan cara yang benar. Syowi🙏
Kontributori : Frans Rohrohmana.
Edit By : Vicky Ririhena (Redaksi AkrapNews - Papua)
0 Komentar