Bakar ikan di bawah pohon jambu rindang, aneka kuliner, pisang goreng khas Manado dan nyanyi lagu lintas zaman warnai pertemuan dadakan yang sangat mengesankan.
Akrapnews | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:00 Wit.
JAYAPURA — Ikatan batin dan rasa kekeluargaan yang terjalin puluhan tahun di lingkungan Universitas Cenderawasih (Uncen) kembali terasa sangat hangat. Pada hari Kamis, 25 Juni 2026, puluhan tahun terpisah jarak dan kesibukan tak mematahkan kerinduan, saat para mantan karyawan menggelar pertemuan reuni yang bersifat dadakan; Meski disusun dalam waktu singkat, acara berjalan penuh makna, dihadiri sebanyak 10 orang peserta, terdiri dari 9 perempuan dan 1 laki‑laki, yang berkumpul di kediaman Ibu Yoshina Liem, Jalan Proyek, tepat di seberang Gereja Katolik wilayah setempat.
Pertemuan yang berlangsung dari siang hingga sore hari itu sempat mengalami perubahan rencana lokasi di menit‑menit terakhir. Awalnya panitia telah merencanakan kegiatan di Pantai Base‑G, kawasan wisata andalan Kota Jayapura, dengan harapan seluruh peserta bisa bersantai sambil menikmati deburan ombak Samudera Pasifik, berenang, dan mandi‑mandi di air laut yang jernih.
Namun, sesaat sebelum acara dimulai, diterima laporan bahwa air laut sedang surut sangat jauh hingga ratusan meter menjauhi bibir pantai, menyisakan hamparan lumpur dan karang yang luas. Kondisi ini membuat aktivitas di air menjadi mustahil dan berisiko, sehingga panitia dengan sigap memindahkan seluruh kegiatan ke rumah Ibu Yoshina Liem yang halamannya luas, teduh, dan sangat nyaman untuk berkumpul.
“Seharusnya acara ini memang kita rencanakan di Pantai Base‑G, sambil menikmati suasana laut dan mandi‑mandi bersama. Namun saat itu kami dapat informasi air surut sangat jauh hingga ke tengah, sehingga tidak memungkinkan lagi. Akhirnya kita sepakat pindah ke sini, rumah Ibu Yoshina Liem, dan ternyata justru di sinilah kerinduan itu tercurahkan dengan jauh lebih akrab dan hangat,” ungkap Ibu Sineri, Selaku Inisiator Temu Akrab Mantan Karyawan Uncen periode ini.
Meski berganti lokasi karena keadaan alam dan digelar secara dadakan, semangat kebersamaan justru makin membara. Begitu tiba di lokasi, para peserta langsung larut dalam suasana ngobrol kangen‑kangenan, saling bertukar kabar, mengingat kembali masa‑masa indah saat mengabdi di kampus hijau Uncen Waena dan Abepura, berbagi cerita keluarga, hingga pengalaman‑pengalaman lucu yang tak terlupakan. Rindu yang lama terpendam akhirnya tersalurkan lewat senyum, tawa lepas, dan pelukan hangat antar sesama sahabat lama.
Inti acara adalah makan bersama yang disiapkan secara bergotong royong; Salah satu momen paling berkesan adalah seluruh peserta duduk melingkar sambil asyik menikmati menu ikan bakar segar berbumbu khas Papua, di bawah naungan pohon jambu yang rindang dan sejuk di halaman luas keluarga Liem. Aroma masakan yang harum bercampur udara sejuk membuat suasana makin akrab dan tak terlupakan. Tak hanya itu, para peserta juga saling berbagi hidangan andalan: es buah segar, nasi putih hangat, ayam bumbu rica‑rica pedas gurih, serta beragam lauk, sayur, dan kue tradisional lainnya. Sebelum menyantap hidangan, seluruh peserta berdiri bersama dan acara makan dibuka secara khidmat dengan doa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Memasuki sore hari saat udara Jayapura makin sejuk, disuguhkanlah hidangan istimewa, pisang goreng khas Manado, berupa pisang goroho atau kepok yang digoreng garing, dipotong dadu-dadu disajikan lengkap dengan sambal roa, perpaduan manis, gurih, dan pedas yang khas dan menjadi favorit semua yang hadir.
Suasana makin meriah saat sesi karaoke bersama dimulai. Bergantian para hadirin menyanyikan lagu‑lagu pilihan dari masa ke masa, mulai dari lagu kenangan tahun 70‑an, 80‑an, 90‑an, hingga lagu populer masa kini, dinyanyikan dengan penuh perasaan seolah waktu sejenak berhenti dan mengembalikan mereka pada masa‑masa muda saat masih aktif bertugas di Universitas Cenderawasih.
Acara reuni yang sangat mengesankan itu berakhir tepat pada pukul 17.30 WIT, dimana satu persatu para peserta mulai berpamitan meninggalkan kediaman keluarga Liem dengan hati penuh kebahagiaan, pikiran segar, serta janji teguh untuk terus menjaga silaturahmi dan mengadakan pertemuan serupa secara berkala di masa mendatang. Lokasi boleh berubah karena keadaan, jumlah yang hadir mungkin belum lengkap, namun satu hal yang takkan pernah berubah, semangat kekeluargaan besar keluarga mantan karyawan Universitas Cenderawasih Jayapura, abadi sepanjang masa.syowi🙏
(Penulis. Vicky R)
0 Komentar