📰 BERITA UTAMA | AKRAPNEWS-PAPUA: Warga Kolam Kangkung Yoka, Distrik Heram Kota Jayapura, Soroti Kualitas Pekerjaan Drainase: Asal-asalan, Material Tidak Sesuai Spesifikasi




GB Dainase sepanjang garis hijau menuju kawasan kolam Kangkung Yoka, Distrik Heram.

AKRAPNEWS-JAYAPURA – |"Pembangunan infrastruktur drainase di wilayah Kampung Kolam Kangkung, Kelurahan Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura, menuai kritik tajam dari masyarakat setempat". Warga menilai kualitas pengerjaan proyek saluran air tersebut sangat memprihatinkan dan diduga tidak sesuai dengan standar teknis konstruksi yang berlaku.
GB Tepi galian belum ditutup/dipadatkan, berpotensi longsor saat hujan. (Date : 13 Mei 2026| 00:04 Wit)

Keluhan ini disampaikan oleh salah satu warga yang tinggal di kompleks perumahan dekat area proyek, yang enggan disebutkan namanya, kepada awak media Akrapnews-Papua, Selasa (18/03/2026).

~~~~~◇☆Indikasi Pelanggaran Teknis dan Material¤☆~~~~~

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, warga menyoroti beberapa kejanggalan fatal dalam proses pemasangan gorong-gorong beton. Berikut adalah poin-poin kritikan utama yang dihimpun Akrapnews:
GB.Beberapa bagian tampak retak, tidak rata, dan ada tanda-tanda erosi tanah di sekitar dinding saluran.

Pemasangan Gorong-Gorong Tidak Memahami Jalur Air:
Warga mengamati bahwa instalasi gorong-gorong dilakukan secara asal-asalan. Diduga, kontraktor pelaksana tidak memahami topografi dan jalur aliran air alami di wilayah tersebut. Hal ini berpotensi menyebabkan genangan baru atau bahkan banjir di kemudian hari karena air tidak mengalir dengan lancar.
GB Tepi galian belum ditutup/dipadatkan dan berpotensi longsor saat hujan.

Ada material sisa proyek (papan kayu, batu bata) berserakan → indikasi pekerjaan belum selesai atau ditinggalkan.

Kualitas Campuran Semen Tidak Sesuai Spesifikasi:
Terdapat indikasi kuat bahwa perbandingan campuran material (semen, pasir, dan agregat) tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau spesifikasi teknis dalam kontrak pekerjaan. Kondisi fisik beton terlihat rapuh dan tidak padat, yang mengindikasikan penggunaan material berkualitas rendah atau pengurangan porsi semen demi keuntungan pihak tertentu.

~~~~~~~◇☆Galian Tanah Dibiarkan Terbuka:◇☆~~~~~~~~~~

Yang paling mencemaskan, pinggiran galian di sekitar gorong-gorong dibiarkan terbuka begitu saja tanpa urugan tanah atau pemadatan yang layak. Bekas galian yang tidak ditutupi dan dipadatkan ini sangat rentan terhadap erosi saat hujan turun. Dampaknya, struktur tanah di sekitar gorong-gorong akan longsor, menyebabkan pipa bergeser, patah, atau ambles dalam waktu singkat.

"Jika dibiarkan seperti ini, gorong-gorong tersebut akan cepat rusak. Belum lagi bahaya bagi warga, terutama anak-anak, yang bisa terperosok ke dalam galian yang terbuka," ujar warga tersebut dengan nada prihatin.
GB Beberapa bagian tampak retak, tidak rata, dan ada tanda-tanda erosi tanah di sekitar dinding saluran.

~~~~~~~~☆◇Desakan Agar Konsultan dan Kontraktor Segera Meninjau Ulang◇☆~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Warga mendesak pihak terkait, khususnya Konsultan Pengawas dan Kontraktor Pelaksana, untuk segera turun ke lapangan guna mengevaluasi ulang kualitas pekerjaan. Warga meminta agar bagian yang sudah dikerjakan namun cacat mutu untuk dibongkar dan diperbaiki sesuai spesifikasi awal sebelum proyek dinyatakan serah terima.

"Kami membayar pajak, dan dana proyek ini berasal dari anggaran negara/daerah. Jangan biarkan uang rakyat terbuang percuma untuk infrastruktur yang tidak berfungsi maksimal," tambah warga tersebut.

~~~~☆Peran Distrik Heram dan Pemkot Jayapura☆~~~~~

Menanggapi hal ini, peran Pemerintah Distrik Heram dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Jayapura sangat diharapkan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak). Penting untuk memastikan bahwa:

☆Apakah Konsultan Pengawas telah menjalankan fungsinya dengan baik?

☆Apakah material yang digunakan telah melalui uji lab yang valid?

☆Apakah metode pelaksanaan sudah sesuai gambar kerja (Shop Drawing)?

Jika dibiarkan, kerusakan dini pada infrastruktur drainase ini tidak hanya merugikan keuangan daerah akibat biaya perbaikan berulang, tetapi juga membahayakan keselamatan warga Kolam Kangkung dan sekitarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kontraktor maupun konsultan pengawas proyek tersebut. Akrapnews-Papua akan terus memantau perkembangan penyelesaian masalah ini.Syowi🙏

(Tim Redaksi Akrapnews-Papua)
Kontributor : Heiner Marandof
Edit by         : Victor Ririhena

 

Posting Komentar

0 Komentar