EDITORIAL AKRAPNEWS -PAPUA, KETERTIBAN DI BANDARA SENTANI, SOAL PEREBUTAN PENUMPANG DAN PELANGGARAN HAK PRIVASI


 Aktivitas Penjemputan di Bandara Sentani Kab. Jayapura Papua Date : 20 Mei 2026| 13:00 Wit


Jayapura, | "Bandara Sentani sebagai gerbang utama masuknya masyarakat ke wilayah Jayapura dan sekitarnya, seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan tertib bagi siapa saja yang datang maupun yang pulang". Namun, laporan yang diterima Akrapnews-Papua dari salah satu warga yang merasa sangat terganggu, mengungkapkan fakta yang memprihatinkan. Di balik hiruk-pikuk kedatangan penumpang, tersembul masalah lama yang tak kunjung selesai: persaingan tidak sehat antara sopir taksi bandara dan pengemudi layanan aplikasi (Maxim), hingga tindakan sewenang-wenang yang melanggar hak asasi warga.
 
Berdasarkan keterangan pelapor, suasana di area kedatangan Bandara Sentani kerap memanas. Kecemburuan terasa kental di kalangan sopir taksi konvensional yang merasa tersaingi oleh kehadiran pengemudi Maxim. Perebutan penumpang sering kali terjadi secara terang-terangan, menimbulkan keributan, desakan, hingga tekanan kepada para penumpang maupun warga yang datang sekadar menjemput kerabat. Masalah ini bukan hal baru, namun hingga kini belum ada titik terang penyelesaiannya. Aturan yang jelas seolah belum mampu membendung gesekan yang terus berulang ini.
 
Yang lebih mengkhawatirkan dan menjadi sorotan utama dalam laporan ini adalah tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh sejumlah sopir taksi bandara. Menurut pengakuan warga yang kami wawancarai, para sopir ini kerap bertindak seolah-olah berwenang. Mereka tidak segan-segan menghentikan, memeriksa, bahkan mengambil ponsel milik orang-orang yang terlihat menjemput kerabat di bandara. Pemeriksaan ini dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas, tanpa surat tugas, dan tanpa izin dari pihak berwajib.
 
Tindakan ini sangat melanggar batas. Memeriksa isi ponsel seseorang adalah pelanggaran berat terhadap hak privasi dan kebebasan pribadi setiap warga negara. Hal ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan rasa takut dan ketidakamanan. Bandara yang seharusnya menjadi tempat pelayanan publik, berubah menjadi area yang menakutkan bagi warga sipil yang tidak tahu menahu soal perselisihan antar pengemudi tersebut.
 
Masyarakat sangat berharap agar Polsek Sentani, Polres Sentani, dan Polda Papua tidak tinggal diam. Kehadiran aparat hukum sangat dinanti untuk menindak tegas perilaku sewenang-wenang ini. Sopir taksi bukanlah penyidik, bukan petugas keamanan, dan tidak memiliki wewenang apa pun untuk memeriksa barang pribadi milik warga lain. Jika ada pelanggaran aturan, biarlah pihak berwajib dan pengelola bandara yang menindak, bukan justru sebaliknya, warga yang menjadi korban pemerasan atau pemeriksaan ilegal.
 
Selain itu, kami juga mendesak pihak pengelola keamanan Bandara Sentani untuk segera menertibkan seluruh pengemudi yang beroperasi di lingkungan bandara. Perlu ada pembagian zona yang jelas, aturan main yang transparan, dan sanksi tegas bagi siapa saja yang melanggar ketertiban umum. Persaingan usaha boleh saja ada, tetapi tidak boleh mengorbankan kenyamanan, keamanan, dan hak-hak masyarakat luas.
 
Masalah ini harus diselesaikan sampai tuntas, jangan dibiarkan menjadi luka lama yang terus bernanah. Ketertiban di Bandara Sentani adalah cerminan pelayanan publik kita. Jangan sampai gerbang masuk Papua ini dikenal bukan karena keindahannya, melainkan karena ulah segelintir orang yang bertindak semau sendiri. Kami berharap langkah penertiban dan penegakan hukum segera dilakukan demi kenyamanan kita semua.Syowi🙏
 
Akrapnews-Papua
(Terkini, Terpercaya, Terlapor)

Kontributor : Heiner Marandof
Edit & Publikasi : Victor Ririhena

Posting Komentar

0 Komentar