Sumber: Akrapnews-Papua | Edisi: 14 Mei 2026
Oleh : Victor Ririhena.
Akrapnews-Jayapura,||"Gambar ucapan selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus ke Surga yang beredar belakangan ini memunculkan Catatan penting bagi umat Kristen". Dalam ilustrasi tersebut, Yesus digambarkan memiliki sayap, persis seperti malaikat yang berada di sisi-Nya. Secara seni, gambaran itu mungkin terlihat indah dan megah. Namun ditinjau dari ajaran iman dan kebenaran Alkitab, gambaran tersebut mengandung kesalahan mendasar yang perlu diluruskan bersama.
Dalam dogma dan ajaran Kristen, ada perbedaan sangat tegas antara Tuhan Yesus dengan para malaikat. Malaikat adalah makhluk roh yang diciptakan Tuhan, ditugaskan untuk melayani dan menyampaikan pesan-Nya. Adapun sayap yang sering digambarkan pada malaikat, adalah simbol pelayanan, kekuatan bergerak, atau kemuliaan rohani, namun hal itu sama sekali tidak berlaku bagi pribadi Yesus Kristus.
Yesus Kristus bukanlah malaikat, bukan pula makhluk ciptaan. Sebagaimana tertulis dalam Kitab Yohanes 1:1–3: "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia ada pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." Dia adalah Pencipta langit dan bumi serta segala isinya, termasuk menciptakan para malaikat itu sendiri. Kedudukan-Nya jauh lebih tinggi, lebih mulia, dan berkuasa melebihi seluruh makhluk di muka bumi maupun di surga.
Ketika Dia datang ke dunia, Dia menjelma menjadi manusia yang sempurna — memiliki tubuh, jiwa, dan roh yang nyata — sama seperti kita, namun tanpa dosa. Sesuai janji dan kuasa-Nya, Dia bangkit dari kematian dan naik ke surga. Saat kenaikan-Nya itu, Dia tidak berubah wujud menjadi makhluk bersayap. Dia naik dalam wujud manusia yang sempurna dan dimuliakan, sementara para malaikat hadir hanya sebagai penyembah dan saksi, mengakui bahwa Dia adalah Tuhan atas segala sesuatu.
Menggambarkan Yesus bersayap sama saja menyamakan Pencipta dengan ciptaan. Hal ini secara tidak sengaja telah menurunkan kedudukan-Nya yang paling mulia, serta menyimpang dari kebenaran yang diajarkan Alkitab. Seni dan ilustrasi keagamaan memang boleh dikembangkan, namun harus tetap berpijak pada kebenaran Firman Tuhan agar tidak menyesatkan pemahaman iman umat.
Hari Kenaikan Yesus Kristus diperingati bukan sekadar perayaan visual, tetapi perayaan pengakuan iman: bahwa Dia adalah Tuhan yang telah menang atas dosa dan maut, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dan berkuasa atas segala sesuatu di langit dan di bumi. Wujud-Nya sebagai manusia sempurna adalah bukti kasih Allah yang nyata, agar kita yang manusia bisa mengenal, mendekat, dan memiliki pengharapan kekal di dalam-Nya.
Mari kita luruskan pemahaman dan gambaran iman kita. Biarlah setiap karya, pesan, dan perayaan kita selalu mencerminkan kebenaran: Yesus Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia sempurna, Pencipta segala sesuatu, Raja di atas segala raja — bukan malaikat, bukan makhluk, melainkan Tuhan yang layak dipuji dan disembah selama-lamanya.Syow🙏
Kontributor: Victor Ririhena.
Edit by: Alex Reniban
0 Komentar