Editorial Oleh: Frans Rohrohmana
Akrapnews, Jayapura-Papua|| "Kita telah berulang kali menekankan dalam editorial sebelumnya bahwa fondasi utama pembangunan di Papua adalah pemenuhan hak-hak dasar warganya".
Namun, ironisnya, masalah kesehatan yang seharusnya menjadi prioritas utama justru masih menjadi persoalan yang belum terpecahkan.
Baru-baru ini, kita dikejutkan oleh berita penolakan pasien di rumah sakit yang berujung pada kematian.
Ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan sebuah tragedi yang mencerminkan betapa rapuhnya sistem layanan kesehatan yang seharusnya melindungi masyarakat.
Alasan klasik seperti "ruangan penuh" tak bisa lagi diterima akal sehat. Pertolongan pertama adalah hak mendasar setiap pasien, terutama ketika nyawa berada di ujung tanduk.
Tragedi ini adalah tamparan keras bagi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Siapa yang bertanggung jawab ketika nyawa melayang akibat sistem yang lalai? Pemerintah tak bisa lagi mengelak dan menutup mata.
Inilah saatnya untuk bertindak nyata, membenahi sistem layanan rumah sakit di Papua secara menyeluruh.
Langkah-langkah mendesak yang perlu diambil:
- *Reformasi Sistem Layanan*-
Tinjau dan perbaiki Standar Operasional Prosedur (SOP) penerimaan pasien, khususnya dalam situasi darurat.
- *Jaminan Ketersediaan Obat dan Fasilitas*-
Pastikan stok obat-obatan esensial selalu tersedia dan fasilitas medis memadai. Jangan sampai pasien menderita karena kekurangan alat atau obat.
- *Wujudkan Biaya Berobat Gratis yang Efektif*-
Implementasikan program biaya berobat gratis secara transparan dan akuntabel. Hindari praktik pungutan liar yang membebani pasien.
- *Pengawasan yang Ketat*-
Intensifkan pengawasan terhadap kinerja rumah sakit dan tenaga medis. "Berikan sanksi tegas bagi siapa pun yang melanggar aturan dan standar pelayanan".
Kesehatan adalah hak setiap warga negara, termasuk masyarakat Papua. Jangan biarkan tragedi serupa terulang kembali. Pemerintah harus bertindak cepat dan tegas untuk mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata di seluruh pelosok Papua.
Lebih dari sekadar anggaran atau pembangunan fisik, ini adalah tentang komitmen dan keberpihakan kepada masyarakat. Mari jadikan setiap kejadian memilukan sebagai momentum untuk perubahan yang lebih baik kedepan. Kesehatan masyarakat Papua adalah prioritas utama, bukan sekadar janji manis yang tak ditepati.Syowi🙏
Kontributor AKRAPNEWS-PAPUA:
Frans Rohrohmana
0 Komentar