"Ijazah Bapak Presiden: Antara Noken dan Lembaran Kertas"



          Editorial  Oleh : Frans Rohromana

AKRAPNEWS-Jayapura||"Saudaraku di tanah Papua yang Sa cintai,
Akhir-akhir ini, sa ikuti baik lewat berita maupun postingan di sosmed rame sekali cerita tentang ijazah Bapak Presiden Jokowi. Dari Jayapura sampai Merauke, semua orang bicara. Ada yang bilang asli, ada yang bilang palsu. Sa jadi ingat noken mama di pasar. Dari luar memang kelihatan sama, tapi isinya beda-beda. Ada yang isi pinang, ada yang isi sayur, ada yang kosong melompong.
 
Tapi, coba pikir begini. Bapak Presiden itu sudah kerja keras bangun Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Jalan dibangun, listrik masuk kampung, internet sampai pelosok. Kalaupun memang ada masalah dengan ijazah, apakah itu berarti semua kerja keras beliau tidak ada artinya? Sama saja kalau sa. dapat ikan banyak, tapi gara-gara lupa bawa garam, semua ikan jadi hambar.
 
Sekarang soal hujatan. Sa heran, kenapa orang Indonesia ini suka sekali hujat? Dulu waktu kecil, kalau beta pukul teman, mama langsung marah. Mama bilang, "Tidak boleh begitu! Bicara baik-baik, jangan pakai otot!" Tapi sekarang, di media sosial, orang bebas sekali hujat sana-sini. Seolah-olah, kalau sudah hujat, semua masalah selesai.
 
Sa rasa, daripada sibuk urus ijazah atau ikut-ikutan hujat, lebih baik kita fokus kerja. Bapak Presiden sudah kasih contoh. Beliau kerja keras tanpa kenal lelah. Kita juga harus begitu. Bangun Papua, bangun Indonesia, dengan cara kita sendiri.
 
Ingat pesan mama dulu: "Kalau mau dapat yang baik, harus kerja keras. Jangan cuma duduk diam lalu berharap durian jatuh dari langit."
 
Jadi, mari torang semua kerja! Ijazah atau tidak, yang penting kerja nyata. Hujat atau tidak, yang penting hati bersih. Tuhan memberkati! Syowi🙏

Kontributor AkrapNews; Frans Rohrohmana 

Posting Komentar

0 Komentar