Oleh : Humas AKRAP PAPUA
( Hellen Monim )
AKRAPNEWS, Jayapura|Kasus hilangnya ibu dan anak di Rumah Sakit Yowari, Kabupaten Jayapura, kembali mencoreng wajah pelayanan kesehatan di Papua. Bukan sekali ini saja tragedi serupa terjadi, namun seolah menjadi siklus tahunan yang tak berkesudahan. Kesabaran publik pun mencapai titik nadir.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura, melalui Komisi C, telah mengambil sikap tegas. Pertemuan dengan Direktur Rumah Sakit Yowari dan jajarannya menghasilkan satu kesepakatan krusial: kasus ini harus dibawa ke ranah hukum. Sebuah tim kecil telah dibentuk untuk mengusut tuntas dugaan kelalaian dan praktik-praktik yang merugikan pasien.
Gubernur Papua memang telah berupaya melakukan pendekatan kekeluargaan, namun luka yang menganga terlalu dalam untuk disembuhkan dengan cara-cara personal. Ini bukan lagi sekadar masalah keluarga, melainkan masalah sistemik yang menggerogoti hak-hak masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP).
Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang seharusnya menjadi berkah, justru disinyalir menjadi lahan korupsi. Ke mana aliran dana yang seharusnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua itu bermuara? DPRD Kabupaten Jayapura berjanji akan membongkar praktik-praktik "U di balik batu" yang selama ini tersembunyi.
Rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat penyembuhan, justru terindikasi menjadi ladang bisnis bagi oknum-oknum tertentu. Siapa saja yang terlibat dalam praktik haram ini? DPRD Kabupaten Jayapura bertekad untuk mengungkapnya secara transparan.
Sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap keluarga korban, serta untuk menuntut keadilan, aksi seribu lilin akan digelar besok, mulai dari lampu merah bandara hingga depan bandara Sentani. Aksi ini menjadi simbol harapan bahwa keadilan akan benar-benar ditegakkan di tanah Papua.
Mari kita kawal kasus ini bersama-sama. Jangan biarkan tragedi serupa terulang kembali. Keadilan harus ditegakkan, dan pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah hak setiap warga negara!.Syowi🙏
Kontributor : Humas AKRAP PAPUA
Hellen Monim
0 Komentar