Sekolah Gratis, Asrama Gratis: Biar Pace Mace Papua Pintar, Bukan Cuma Jago Bakar Batu!
Oleh. Frans Rohrohmana
(Humas AKRAP Papua)
Saudara-saudara di seluruh Tanah Papua yang saya cintai!
Mari katong bicara soal satu masalah yang bikin kepala garuk-garuk macam tonk cari kutu hehe..
anak-anak Papua yang terlantar dan kurang sekolah. Banyak sekali, bikin katong semua prihatin!
Sa mau tanya, kekayaan alam Papua ini banyak kah tidak? Emas ada, minyak ada, hutan luas, ikan di laut juga banyak. Tapi kenapa masih ada anak-anak yang lebih kenal hutan daripada sekolah? Mereka bukan malas, tapi kadang keadaan yang bikin susah. Orang tua susah, sekolah jauh, atau malah su seng ada orang tua. Sedih, juga kita lihat toh?
Nah, di sini pemerintah harus turun tangan. Jangan cuma bangun jalan atau jembatan, Bapak, Ibu. Bangun juga asrama dan sekolah gratis buat anak-anak Papua. Biar mereka bisa tinggal nyaman, belajar pintar, dan punya masa depan cerah.
Nanti ada yang bilang, "Ah, itu mahal!"
Hei, bangun manusia itu investasi paling bagus, tahu! Kalau anak-anak Papua pintar, mereka bisa jadi dokter, guru, atau bahkan gubernur! Kan mantap, daripada cuma jago bakar batu atau main panah. Mending pintar matematika, kan lebih keren?
Katong tahu, pemerintah su ada program-program bantuan. Tapi kadang belum sampai semua tempat. Masih banyak kampung-kampung di pedalaman yang terlupakan. Jadi, beta mohon dengan hormat, Bapak-Ibu pejabat, jangan cuma lihat kota. Kam pigi juga lihat di kampung-kampung di gunung dan di pantai sana juga.
Di sana banyak anak-anak yang pintar, tapi kurang kesempatan.
Mari katong ubah cara pikir! Jangan cuma bangun fisik, tapi juga bangun manusia. Bangun sekolah, asrama, dan kasih fasilitas yang bagus. Kasih mereka pendidikan yang berkualitas, bimbingan yang benar, dan kasih sayang yang tulus.
Siapa tahu, dari asrama-asrama itu lahir generasi emas Papua yang akan bikin Papua semakin maju. Amin!
Jadi, tunggu apa lagi? Mari katong semua dukung pemerintah untuk lebih sayang anak-anak Papua yang terlantar. Karena mereka adalah masa depan Papua, bukan beban masalah. Mengerti Kaseng? Syowi🙏
Sa Frans Rohrohmana Humas Akrap Papua
0 Komentar