Editorial Oleh : Vicky Ririhena
AKRAPNEWS-Jayapura, Papua – ||"Kematian tragis Irene Sokoy, seorang ibu hamil, bersama bayinya pada 19 November 2025, mengguncang Jayapura". Ironisnya, insiden ini terjadi di jantung kota, tempat akses ke layanan kesehatan seharusnya lebih mudah.
Kisah pilu ini bermula ketika Irene dilarikan dari Kampung Kensio ke RS Yowari pada dini hari pukul 03.00 untuk bersalin. Namun, alih-alih mendapatkan pertolongan, ia justru ditolak oleh beberapa rumah sakit. RS Abepura dan RS Dian Harapan menolak merawatnya. RS Bhayangkara bahkan meminta biaya operasi sebesar Rp 8 juta, yang menjadi hambatan besar bagi keluarga Irene. Akibatnya, Irene menghembuskan nafas terakhir di perjalanan, sebelum sempat mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Kejadian ini memicu pertanyaan mendalam: mengapa seorang ibu hamil dalam kondisi darurat harus mengalami penolakan beruntun? Apakah sistem rujukan berfungsi efektif? Apakah biaya menjadi tembok penghalang bagi warga untuk mengakses layanan kesehatan yang layak?
"Ada yang salah," demikian refleksi yang muncul dari tragedi ini. Kematian ibu dan bayi seharusnya menjadi prioritas utama dalam sistem kesehatan. Pemerintah daerah dan pusat harus segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap sistem kesehatan di Papua, khususnya Jayapura.
*Langkah-langkah mendesak yang perlu diambil*:
1. Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Layanan: Pastikan setiap rumah sakit memiliki fasilitas lengkap dan tenaga medis terlatih untuk menangani kasus darurat kehamilan.
2. Evaluasi Sistem Rujukan: Pastikan sistem rujukan berjalan lancar dan efisien, sehingga pasien segera mendapatkan pertolongan yang tepat.
3. Hapus Hambatan Biaya: Hilangkan kendala biaya bagi warga kurang mampu untuk mengakses layanan kesehatan.
4. Tindak Tegas Pelanggaran: Berikan sanksi tegas kepada rumah sakit yang menolak pasien darurat tanpa alasan jelas.
Kematian Irene Sokoy dan bayinya adalah tamparan keras bagi kita semua. Pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat harus bersatu untuk mencegah tragedi serupa terulang. Kesehatan ibu dan anak adalah investasi masa depan bangsa. Jangan biarkan tragedi ini berlalu tanpa perubahan nyata.Syowi🙏
Kontributor AKRAPNEWS-Papua
Vicky Ririhena.
0 Komentar